Dunia
telah bertransformasi menjadi sebuah dusun global (global village) yang saling terkoneksi akibat pesatnya perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Dengannya, beragam aktivitas manusia
menjadi jauh lebih mudah, praktis dan efisien. Informasi dari berbagai belahan
dunia dapat dengan mudah diakses. Bertukar kabar dengan keluarga dan kerabat
yang jauh bukan lagi sebuah perkara sulit.
Tidak
hanya itu, di era digital sekarang ini, mendapatkan penghasilan dari internet
bukan cuma khayalan semata. Era digital memungkinkan kita mendapatkan pekerjaan
tanpa harus mengandalkan “orang dalam”. Ada banyak cerita sukses orang-orang
yang meraup cuan dari internet, misalnya dengan menjadi youtuber, vlogger,
blogger, affiliator, programer, gamers, konten kreator, dan yang lainnya.
Untuk
mendulang cuan dari dunia digital, selain membutuhkan kreativitas, konsistensi
dan penguasaan hal teknisnya, tentu juga layanan telekomunikasi. Kebutuhan akan
layanan telekomunikasi telah bertransformasi menjadi kebutuhan primer dewasa
ini. Sulit dibayangkan jika seminggu saja kita tidak terkoneksi dengan layanan
telekomunikasi. Rasa-rasanya ada yang kurang dalam hidup kita.
Omong-omong
soal layanan telekomunikasi, Smartfren jagonya. Bagaimana tidak, layanan
telekomunikasi ini adalah yang pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi
4G LTE Advanced. Smartfren sebagai bagian dari Sinar Mas Communications and
Technology merupakan penyedia layanan berbasis 4G LTE terluas di Indonesia.
Di
tahun 2020, Smartfren mendapat penghargaan sebagai layanan telekomunikasi
dengan perkembangan tercepat dan juga paket internet terbaik. Mimpi Smartfren
jelas, terus berinovasi untuk menghubungkan Indonesia, sembari membuka peluang
untuk membangun hari esok yang lebih baik.
Bicara
soal layanan telekomunikasi yang satu ini, tahukah anda bahwa ada sosok hebat
dibalik Smartfren? Terlahir dari keluarga sederhana, pendidikan formalnya cuma
sampai sekolah dasar, terlilit utang dan tidak punya modal usaha tetapi
berhasil menjadi miliarder yang sangat berpengaruh. Dialah Eka Tjipta Widjaja,
pemilik kerajaan bisnis yang bernaung di bawah payung Sinar Mas Group.
Buah
dari kerja kerasnya ini menjadikannya sebagai orang terkaya ketiga dengan harta
US$ 8,6 miliar versi majalah Forbes. Dan di tahun 2018, menurut hasil survey
Globe Asia, dengan total kekayaan mencapai Rp 198,8 triliun, Eka Tjipta Widjaja
dinobatkan sebagai orang terkaya kedua di Indonesia. Sungguh, sebuah pencapaian
yang sangat luar biasa. Eka Tjipta Widjaja adalah sosok pejuang tangguh yang
berjuang dari nol.
From zero to hero, itu
bukan hal yang mustahil. Eka Tjipta Widjaja telah berhasil membuktikannya.
Keberhasilannya dalam membangun kerajaan bisnisnya ini tentu menginspirasi
banyak orang yang sedang berjuang mencari kerja dan menata masa depannya. Filosofi
hidup dan kunci sukses Eka Tjipta Widjaja sederhana. Bekerja keras dan pantang
menyerah. Kesuksesan hanyalah milik orang-orang yang bekerja keras dan pantang menyerah.
Kegagalan tidak dijadikannya sebagai penghalang, melainkan batu loncatan untuk
terus belajar dan berjuang meraih sukses.
Eka
Tjipta Widjaja adalah sosok pekerja sejati. Secara filosofis, manusia merupakan
makhluk pekerja (homo faber). Artinya
bahwa ketika manusia berpikir untuk mengembangkan hidupnya di bumi ini, sarana
yang dipakai adalah kerja. Kerja adalah tindakan khas manusia sebagai makhluk
berakal budi yang kemudian membedakannya dari makhluk hidup lain yang tidak
berakal budi. Sederhananya, dengan bekerja maka manusia dibedakan dari
binatang. Kerja adalah sarana aktualisasi diri manusia.
Dengan
bekerja, manusia menunjukan eksistensi dirinya. Di sini, dapat dipahami bahwa
bekerja merupakan upaya manusia untuk mengolah daya cipta, rasa dan karsa yang
melibatkan di dalamnya peranan akal budi. Bekerja memungkinkan manusia bisa
menghasilkan sesuatu yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya di dunia ini.
Eka Tjipta Widjaja berhasil menunjukkan eksistensi dirinya sebagai manusia
melalui kerja. Bukan sekedar untuk menjaga kelangsungan hidupnya, melainkan
turut menghidupkan sekian banyak orang yang bekerja di perusahaannya.
Beliau
kini memang telah tiada, tetapi jejak karyanya masih membekas. Kontribusinya
untuk Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Di perayaan 100 tahun Eka
Tjipta Widjaja tahun ini, kita patut memberikan apresiasi dan penghormatan yang
tinggi buat beliau. Dedikasinya dalam membangun manusia Indonesia untuk
mengaktualisasikan dirinya melalui kerja sungguh luar biasa.
Tidak
hanya itu, beliau telah turut merawat kebhinekaan Indonesia. Bayangkan, para
pekerja yang ada di berbagai perusahaannya berasal dari berbagai kelompok suku,
agama, ras, dan golongan di Indonesia. Eka Tjipta Widjaja berhasil membuat
miniatur Indonesia di berbagai perusahannya. Sinar Mas untuk Indonesia. Sinar
Mas dan keberagaman itu nyata adanya.
Lalu,
apa pesan dan inspirasi yang dapat kita ambil dari kisah sukses Eka Tjipta
Widjaja ini? Sebagai generasi milenial yang hidup di era digital, rasa-rasanya
mendulang penghasilan dari internet bukanlah perkara sulit. Sejauh kita tahu
cara mainnya, konsisten melakukannya, berani keluar dari zona nyaman dan
menyadari bahwa kita adalah manusia, yang tentunya dibedakan dari binatang
melalui kerja.
Dengan
aneka fasilitas dan teknologi yang ada, justru peluang sukses kita jauh lebih
besar dibanding eranya Eka Tjipta Widjaja yang harus melakukannya secara
konvensional. Sekarang, cukup dengan rebahan saja, kita bisa menghasilkan uang
bukan? Kurang apa lagi? Skill? Kan bisa dipelajari? Kuota internet? Layanan
telekomunikasi? Kan, ada Smartfren.
Mari,
kita belajar dari sosok Eka Tjipta Widjaja. Jadilah pekerja yang konsisten,
pantang menyerah, selalu melihat peluang dan optimis menjalani hidup. Sudah
saatnya kita berjuang menata hari depan kita dan menjadi pemenang di era
digital melalui kerja-kerja kita.
*Tulisan ini pernah diterbitkan di Kompasiana.com, diikutsertakan dalam lomba blog Sinar Mas dalam rangka memperingati 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja
