Menyaksikan Senja Tenggelam di Kota Raja

Langit kota Ende, Minggu (22/01/2023), nampak kelabu. Perlahan saya berkendara menuju pantai Kota Raja. Letaknya persis di pesisir selatan kota Ende, tak jauh dari taman renungan Bung Karno. Pantai ini telah didandani pemerintah Kabupaten Ende sedemikian cantik untuk memanjakan mata dan hati warga kota ini.


Usai menepikan kendaraan di salah satu sudut cafe, saya bergegas memesan segelas kopi Ende. Di cafe yang berbatasan langsung dengan bibir pantai ini, saya memilih duduk di kursi paling pinggir. Kopiku sore ini bertemankan deburan ombak dan desiran angin pantai yang menenangkan hati.

Sore ini, pantai Kota Raja nampak riang. Sekelompok pemuda asyik bermain bola kaki. Yang lainnya bermain riang bersama ombak, berenang kian kemari. Memasrahkan tubuhnya ditampar ombak yang bergulung perlahan. Tampak pula di kejauhan, para nelayan sibuk mengayuh perahu dan menarik jala.


Di ufuk barat, senja perlahan memelas sembari diiringi suara adzan yang berkumandang ramai dari seluruh masjid di kota ini. Menepi di pantai Kota Raja saat senja adalah pilihan yang tepat. Kota Raja menghadirkan pesona senja yang luar biasa. Pijaran cahaya jingga memantul eksotis di teluk pantai Kota Raja.

Menikmati senja di Kota Raja mengingatkan saya pada sesosok pendiri bangsa ini. Ya, siapa lagi kalau bukan Bung Karno. Sejarah mencatat, beliau pernah dibuang ke kota ini. Empat tahun lamanya (1934-1938), beliau diasingkan di sini. Di kota Ende inilah, beliau merenungkan perihal dasar negara. Pancasila lahir di sini. Sangat boleh jadi, senja pantai ini turut menginspirasinya melahirkan Pancasila.

Bila anda berkunjung ke Ende, belum lengkap rasanya bila tak sempat menikmati senja di pantai Kota Raja. Tak perlu merogoh kocek dalam jumlah besar. Jajanan dan aneka makanan di sini terbilang bersahabat soal harga, higenis dan bervariasi. Aksesnya mudah dari pusat kota Ende. Ya, Kota Raja adalah destinasi wisata pantai yang sangat direkomendasikan bila anda berkunjung ke Ende.

DE NIOROMU

De Nioromu adalah kebun virtual yang digarap oleh Baldus Sae. Seorang pemuda kampung yang ingin hidup abadi di kolong langit. Menulis (blogging) adalah caranya merawat mimpi menjadi abadi. Baldus Sae, alumnus Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira - Kupang (2019). Aktif terlibat di gerakan sosial kemanusiaan bersama Flores Children Development (FREN) Mitra ChildFund International sebagai Project Coordinator Disaster Risk Managemen (DRM). Menjadi jurnalis dan editor di Media Pendidikan Cakrawala NTT (cakrawalantt.com) dan jurnalis pariwisata East Nusa Tenggara (eastnusatenggara.id). Sering terlibat dalam berbagai kompetisi Blog dan lomba menulis. Beberapa lomba yang dimenangkan yaitu, Juara II MyRepublic Blog Competition (2022), Juara II Lomba Karya Jurnalistik Jasa Raharja NTT (2022), Juara II Lomba Debat Mahasiswa Nasional Event of Glostic, Padang State University (2018), dan lain sebagainya. De Nioromu berikhtiar menyajikan tulisan seputar pesona alam dan budaya, catatan jurnalistik, feature, dan catatan ringan lainnya. Pokoknya it's all about Baldus Sae's passion, Travelling and Life Story.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama