Di Panggung Karaoke, Kami Menanti Tahun Baru



Akhir tahun bagi sebagian besar orang identik dengan pesta kembang api. Aneka warna dan pola kembang api menghiasi langit malam. Bintang bahkan kalah pesonanya dengan pendaran cahaya kembang api. Entah sejak kapan pesta kembang api ini ditradisikan, satu yang pasti hal tersebut masih berlangsung hingga kini.


Cerita demikian tentu tidak sulit kita temukan di kota. Ya, orang-orang kota selalu merayakannya dengan pesta kembang api. Menutup tahun lama dan menyambut tahun baru, tanpa peduli berapa banyak uang yang dibakar malam itu. Sekedar meluapkan euforia tahun baru.


Sebagai anak kampung, tentu tidaklah demikian euforia malam tahun baru di tempatku. Kendati ada kembang-kembang kecil yang dibakar malam itu oleh anak-anak, suasananya jelas berbeda dengan cerita malam tahun baru di kota. Kampung lebih doyan menyajikan kesederhanaan. Sesederhana hidup warga kampung.


Kendati demikian, malam tahun baru di kampung kami terbilang menarik. Malam itu, Sabtu (31/12/2022), usai merayakan Ekaristi Tutup Tahun di Gereja, kami merayakannya dengan cerita berbeda. Kali ini ada lomba Karaoke yang diselenggarakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Hati Kudus Tuhan Yesus, Ndetukune dan IMAPARE (kelompok Pelajar mahasiswa asal Ndetukune).


Lagu-lagu yang dinyanyikan malam itu terdiri atas dua. Masing-masing lagu daerah ende lio dan lagu pilihan (bebas). Tidak tanggung-tanggung, para peserta yang berjumlah empat belas (14) orang yang adalah perwakilan dari orang muda, anak-anak, dan juga perempuan. Masing-masing berjuang tampil maksimal, mendendangkan lagu favoritnya.


Oleh teman-teman panitia, saya dipercayakan menjadi juri lomba. Terkesan mendadak memang. Awalnya saya berkeberatan. Selain karena ditunjuk mendadak, juga tidak mempunyai kemampuan lebih dalam bernyanyi. Tapi apa mau dikata, keadaan memaksa untuk menerimanya. Menjalankan tugas sebagai juri. Oleh teman-teman panitia, saya diperkenalkan sebagai alumni Filsafat yang paham soal seni dan tetek bengeknya. Anjirrrr.


Berbekal pengalaman juri di bidang tulis menulis, saya memberanikan diri untuk memberi penilaian terhadap empat belas peserta lomba karaoke malam itu. Tanpa banyak tingkah, saya dan Kae Oswaldus duduk di kursi juri. Perhatian terarah penuh pada peserta sambil sesekali menengok penonton. Antusiasme warga kampung sungguh di luar dugaan. Mereka memilih bertahan memberi dukungan kepada jagaonnya walau sudah jauh malam.


Kepada masing-masing peserta, kami meberi penilaian seobjektif mungkin, sejauh kemampuan menilai kami. Alhasil, nilai dari masing-masing juri tidak terpaut jauh. Masing-masing peserta diberi nilai sesuai performa dan kualitasnya. Benar bahwa ini hanyalah lomba di level kampung, tapi tensi dan atensinya bukan kampungan. Kami dituntut jeli memberi nilai.


Terima kasih Ndetukune untuk pengalaman akhir tahun yang menantang dan menarik ini. Darimu saya belajar bahwa memberi penilaian pada orang lain jauh lebih mudah ketimbang memberanikan diri tampil di hadapan orang. Jauh lebih sulit mengalahkan diri sendiri daripada memberi penilaian pada orang lain. Terima kasih untuk pelajaran berharga di akhir tahun ini. 

DE NIOROMU

De Nioromu adalah kebun virtual yang digarap oleh Baldus Sae. Seorang pemuda kampung yang ingin hidup abadi di kolong langit. Menulis (blogging) adalah caranya merawat mimpi menjadi abadi. Baldus Sae, alumnus Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira - Kupang (2019). Aktif terlibat di gerakan sosial kemanusiaan bersama Flores Children Development (FREN) Mitra ChildFund International sebagai Project Coordinator Disaster Risk Managemen (DRM). Menjadi jurnalis dan editor di Media Pendidikan Cakrawala NTT (cakrawalantt.com) dan jurnalis pariwisata East Nusa Tenggara (eastnusatenggara.id). Sering terlibat dalam berbagai kompetisi Blog dan lomba menulis. Beberapa lomba yang dimenangkan yaitu, Juara II MyRepublic Blog Competition (2022), Juara II Lomba Karya Jurnalistik Jasa Raharja NTT (2022), Juara II Lomba Debat Mahasiswa Nasional Event of Glostic, Padang State University (2018), dan lain sebagainya. De Nioromu berikhtiar menyajikan tulisan seputar pesona alam dan budaya, catatan jurnalistik, feature, dan catatan ringan lainnya. Pokoknya it's all about Baldus Sae's passion, Travelling and Life Story.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama