Memaknai Perjalanan Bersama Mr. Stink

Hidup adalah perjalanan yang tak kunjung usai. Selagi hayat masih dikandung badan, kita dimungkinkan untuk terus berjalan. Ya, singkatnya hidup adalah tentang jalan-jalan. Dengan jalan-jalan, kita akan bertemu dengan orang-orang baru, mendapatkan pengalaman dan insight baru, pun jua cerita-cerita baru.


Sejujurnya, saya adalah orang yang suka jalan-jalan. Itu makanya saya memilih jenis pekerjaan yang lebih banyak jalan-jalannya. Menarik bukan, kerja sambil jalan-jalan, atau jalan-jalan sambil kerja. Intinya tetap produktif dan memberi dampak positif bagi orang-orang di sekitar kita.


Nah, kali ini saya berkesempatan mendampingi orang-orang muda berkegiatan di Maumere. Sebanyak 28 peserta dari Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur dilibatkan dalam kegiatan pelatihan kesiapan kerja ini. kegiatan selama dua hari (25-26 Januari 2023) ini dilangsungkan di Hotel Lokaria Indah Beach, Maumere.


Bertemu Mr. Stink

Di sela-sela kegiatan, usai makan siang, saya berbincang ringan dengan seorang pria tua asal Denmark. Mr. Stink namanya. Kendati usianya sudah 70 tahun, beliau kelihatan masih sangat kuat dan energik. Saya ingat betul, percakapan kami siang tadi dibuka dengan pertanyaan sederhana dariku.
“Mr. where are you from?
“Denmark”, jawabnya sambil tersenyum.


Percakapan kami pun berlangsung hangat. Canda tawa menghiasi perbincangan singkat kami siang tadi. Beliau menceritakan soal tripnya di indonesia yang direncanakan akan berlangsung selama  dua bulan. Destinasi pertama yang dikunjungi dalam perjalanan kali ini adalah Bali.


Usai menjajaki Bali, Mr. Stink bersama Istri bertolak ke Kupang dan mengelilingi pulau Timor selama 10 hari. Dari Timor mereka beranjak ke Maumere untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya pulau Flores. Dari Maumere, destinasi selanjutnya adalah Moni (Kelimutu Lake), Riung, Bajawa, Ruteng dan berakhir di Labuan Bajo. Perjalanan mereka kali ini sedikit terhambat karena kondisi kesehatan istrinya mengalami gangguan.


Membayangkan perjalanan mereka yang demikian panjang, saya hanya bisa tersenyum. Sembari berharap suatu saat nanti bisa merasakan sensasi perjalanan yang demikian bersama kekasih hati. Ya, perjalanan menjadi lebih bermakna dan awet ceritanya bila dilakukan bersama orang-orang terkasih.


Dari perbincangan singkat kami siang itu, ada satu hal yang sangat menarik buat saya. Di usianya yang sudah tidak lagi muda, Mr. Stink masih terlihat energik. Rahasianya sederhana menurut Mr. Stink. “No Smoking, no Alcohol. Air putih saja. Sometimes Coca Cola. Kopi no sugar”, ucapnya sambil tersenyum.


Oh iya, perjalanannya ke Indonesia adalah yang kesekian kalinya. Beliau ingat betul, pertama kali berkunjung ke Indonesia waktu itu adalah tahun 1987. “Indonesia is very beautiful. 

DE NIOROMU

De Nioromu adalah kebun virtual yang digarap oleh Baldus Sae. Seorang pemuda kampung yang ingin hidup abadi di kolong langit. Menulis (blogging) adalah caranya merawat mimpi menjadi abadi. Baldus Sae, alumnus Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira - Kupang (2019). Aktif terlibat di gerakan sosial kemanusiaan bersama Flores Children Development (FREN) Mitra ChildFund International sebagai Project Coordinator Disaster Risk Managemen (DRM). Menjadi jurnalis dan editor di Media Pendidikan Cakrawala NTT (cakrawalantt.com) dan jurnalis pariwisata East Nusa Tenggara (eastnusatenggara.id). Sering terlibat dalam berbagai kompetisi Blog dan lomba menulis. Beberapa lomba yang dimenangkan yaitu, Juara II MyRepublic Blog Competition (2022), Juara II Lomba Karya Jurnalistik Jasa Raharja NTT (2022), Juara II Lomba Debat Mahasiswa Nasional Event of Glostic, Padang State University (2018), dan lain sebagainya. De Nioromu berikhtiar menyajikan tulisan seputar pesona alam dan budaya, catatan jurnalistik, feature, dan catatan ringan lainnya. Pokoknya it's all about Baldus Sae's passion, Travelling and Life Story.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama